Pangkalpinang, Logisitik merupakan salah satu cabang dalam suksesnya penanganan bencana, hal ini diperlukan untuk mencegah dan mengurangi kerugian yang timbul dari bencana yang terjadi, baik berupa kerugian harta benda maupun materi, serta menjamin terlaksananya bantuan yang memadai bagi korban bencana alam maupun korban bencana non alam. Dalam kondisi darurat bencana, masyarakat sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah, organisasi masyarakat ataupun swasta. Hal ini yang tidak boleh menjadi stigma bahwa penanganan bencana hanya berada pada domain pemerintah daerah maupun pusat.
Hal pertama dalam penanganan bencana kerap kali berawal pada bantuan logistik, bantuan tersebut mencakup kebutuhan sehari-hari seperti sembako, mie instant, makanan siap saji, selimut, matras dan lain-lain. Dukungan bantuan logistik harus tepat waktu, tepat lokasi, tepat sasaran, serta cuku secara kualitas dan kuantitas. Untuk itulah Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan pertemuan penyusunan laporan logistik sebagai titik tolak dalam pencegahan dan perlindungan korban bencana. “ Taufikurohmah sebagai narasumber Bulog divisi regional Bangka mengetengahkan CBP (cadangan beras pemerintah) yang menjadi menu dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 88 PMK.02/2019 tentang tatacara penyediaan, pencairan dan pertanggungjawaban dana cadangan beras pemerintah dalam mengatasi penanggulangan keadaan darurat dan kerawanan pangan pasca bencana berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan kebijakan urusan pemerintah di bidang sosial.
Budi utama selaku Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempressure agar dalam kondisi yang up normal kebutuhan dari korban bencana harus dapat diakomodir oleh petugas logistik dimana hal ini membutuhkan suatu prosedur yang cepat, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan dan pula mampu menjamin kualitas pelayanan publik yang baik.
Narasumber lainnya yang didapuk oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam upaya mengkantrol dan menutrisi pengetahuan petugas logistik kali ini BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dalam praktiknya kedua institusi ini begitu inheren dalam upaya penanggulangan saat bencana dan pasca bencana. Eddy Hartono selaku Kasie Logistik mengejawantahkan bahwa logistik merupakan instrumen vital dalam membangun ritme penanggulangan bencana. Kemampuan petugas logistik dalam menentukan jumlah logistik yang harus diterjunkan dalam mengatasi bencana bukanlah sesuatu hal yang dapat direka-reka.
Akhiryadi DB Susilo Selaku Kepala Bidang Perlindungan Jaminan sosial dan Penanganan Bencana dalam wawancara singkat disela-sela kegiatan menggugah agar petugas logistik yang dikelola oleh relawan tagana lebih mengasah diri dalam urusan administasi kelogistikan di dinas masing-masing baik kabupaten/kota dan juga yang direfleksikan dalam bentuk laporan yang akuntabel dan transparan, penataan gudang yang efektif serta pencatatan dilapangan yang akurat. Kegiatan yang berlangsung di Sun Hotel Pangkalpinang diikuti oleh Petugas logistik dan aparatur sipil negara seluruh Dinas Sosial yang ada di Bangka maupun di Belitung.