PANGKALPINANG - Sebagai badan usaha berbadan hukum yang bergerak di bidang ekonomi dan pelayanan umum, badan usaha milik desa atau dikenal dengan BUMDesa, maka untuk wujudkan kemandirian dan kemajuan unit-unit usaha yang dikelola dan dikembangkan oleh BUMDesa, dapat menggandeng dan berkolaborasi dengan PT.POS Indonesia yang baru saja meluncurkan program terbaru yakni Agen Pos yang bergerak memberikan layanan jasa keuangan dan jasa kurir.
Hal ini seperti diungkapkan Azmat Nurul Pasa selaku excecutive manager PT POS Cabang Pangkalpinang pada kegiatan pertemuan dengan kepala desa dan pengelola BUMDesa, kerja sama bisnis antara dua perusahaan ini PT POS melalui program agen PT POS diharapkan dapat memberikan nilai tambah bisnis bagi ke dua perusahaan.
“ jadi layanan agen PT POS yang terdiri dari layanan pos pay dan agen kurir ini adalah dua produk layanan agen PT POS yang dapat dimanfaatkan oleh BUMDesa selain untuk membantu meningkatkan layanan usaha Bumdes, juga dari kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah khususnya pemasukan bagi BUMdes”, ungkap Azmat Nurul dalam materi sosialisasinya pada kegiatan sosialiasi Agen PT POS dengan kepala desa dan pengelola Desa se pulau Bangka, Senin (01/03/2022) di ruang Mahligai rumdin gubernur, Air Itam-Pangkalpinang.
Menurut Azmat saat ini produk agen PT Pos mengeluarkan dua produk layanan yakni fitur layanan jasa keuangan atau pos pay dan layanan jasa kurir yang dimana kedua produk layanan ini selain memberikan kemudahan juga memberikan pemasukan bagi BUMDesa.
“ sebagaimana bapak/ibu ketahui saat ini transaksi pembayaran sudah diarahkan dengan sistem e-payment atau berbasis digital, jadi dengan pos pay ini jadi salah satu alat transaksi pembayaran digital yang dibuat dengan fitur aplikasi yang sederhana dan mudah untuk digunakan oleh bapak/ibu pengelola bumdes dalam layanan transaksi pembayaran”, ungkap Azmat Nurul
Selain peningkatan pelayanan, tentunya nilai tambah bisnis seperti keuntungan melalui imbalan jasa atas setiap transaksi pembayaraan e-payment, diungkapkan Nurul Azmat adalah keuntungan yang diperoleh sebagai pemasukan bagi anggaran BUMDesa.
“ dari setiap transaksi tentunya ada imbalan jasa/fee yang akan dihitung dan dapat menjadi pemasukan bagi BUMdesa’, ungkap Nurul Azmat.
Hal senada juga disampaikan kepala dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat desa provinsi kepulauan bangka Belitung, Budi Utama yang turut hadir dalam kegiatan siang itu, menyampaikan melalui kolaborasi bisnis tersebut, dapat membantu upaya pengembangan usaha BUMDes.
“ jadi ini peluang usaha bagi BUMDes baik untuk meningkatkan pendapatan bumdes sendiri maupun dalam pengembangan unit usaha yang dikelola oleh BUMDes saat ini”, tegas Budi Utama dalam sambutan pembukaannya.