Pangkalpinang, review dan evaluasi dalam suatu masa tertentu merupakan hal yang vital dan urgen serta wajib untuk dilakukan pada unit kerja, hal inilah yang menjadi titik tolak pada rapat  dengan seluruh JFT, JFU dan tenaga Honorer di Dinas Sosial PMD Pemprov Babel.
Budi utama Kadinsospmd Prov.Babel berdialog secara terbuka mengenai peluang dan sumbatan-sumbatan yang menghalangi terpenuhinya seluruh program kerja.
Dialog terbuka ini diharapkan memperpendek jarak dan mampu mengamputasi seluruh kekakuan yang ada baik di internal pemerintahan maupun pada saat bersentuhan dengan stakeholder eksternal.
Penguatan kapasitas pegawai merupakan modal utama dalam upaya mentranformasikan seluruh program pemerintah pusat maupun kebijakan pemerintah daerah. JFU diharapkan mampu menembus ruang birokrasi yang ada di kabupaten/kota sehingga tercipta kesatuan pemahaman atas kebijakan. ASN JFT juga diminta menghadirkan inovasi yang dapat menciptakan terobosan yang engutamakan akselerasi dalam membawa perubahan di masyarakat dan atau di sistem kerjanya, karena JFT merupakan jabatan yang dirancang untuk berkarya secara spesifik dan mandiri.
Tidak dipungkiri dalam upaya meningkatkan target yang disusun pakaian kinerja juga terhalang oleh beberapa faktor, akan tetapi kita  dituntut mampu untuk meminimalisir segala hambatan dengan lebih memerinci tentang apa yang menjadi prioritas.
Budi Utama di akhir rapat Meminta agar rekan-rekan ASN tidak sungkan untuk berkomunikasi demi tujuan bersama, "Dinsos PMD adalah wajah kita..mari bersama bersama kita rias agar elok dan elegan, seyogyanya bawahan dapat menjaga atasan demikian pula atasan melindungi bawahan, Terkait dengan penataan status kepegawaian bagi Pegawai Harian Lepas  (PHL) yang akan masuk pada masa transisi di tahun 2023 Budi Utama berharap teman-teman mulai mencari alternatif pekerjaan yang baru apabila kebijakan harus melewati suatu mekanisme tertentu dan  benar-benar diterapkan oleh PemerintahProvinsi Bangka Belitung.