Pangkalpinang, Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan rapat konsultasi dalam upaya meningkatkan sinergitas Kadernya yang kali ini fokusnya pada upaya pencegahan perkawinan di usia anak serta peduli stunting guna mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. Secara prinsipil PKK adalah organisasi kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan dan biasanya diasosiasikan dengan perkumpulan ibu-ibu yang memiliki berbagai kegiatan positif.
Pada sambutan sekaligus pembukaan kegiatan ini Ibu Melati Rosman Johan selaku ketua umum PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan bahwa inilah salah satu kesempatan dan titik tolak untuk membangun kesamaan persepsi dalam menuntaskan apa yang menjadi program kerja di tiap-tiap Kelompok kerja berdasarkan kekhasan karateristik di wilayah kerjanya, “ Kader PKK harus mampu menjalin komunikasi yang baik dan harmonis dengan stakeholder lainnya dalam upaya pengabdiannya kepada masyarakat” imbuh Ibu Gubernur sehingga mampu mengurai sekat-sekat permasalahan dan mencari solusi tepat, Kader PKK juga dituntut untuk menjadi contoh utama dalam membatasi penyebaran pandemi dengan selalu memprioritaskan 3M dalam aktivitas kesehariannya.
Kegiatan yang digelar dari tanggal 8 s.d 9 September 2021 ini mengetengahkan narasumber dari Dinas Kesehatan yang berfokus pada implementasi gerakan keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana , Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencataan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Bencana (DP3ACSKB) berorientasi pada pencegahan pernikahan anak usia dini, Dinas Pertanian Perkebunan mengekplorasi mengenai budidaya komoditas holtikutura, Dinas Koperasi dan UMKM mengejawantahkan tentang peningkatan pemanfaatan produk berbasis kreatifitas entepreneur.
Materi puncak disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa yang berhulu pada Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, sesi ini terasa hangat dan jauh dari formalitas sehingga materi terasa ringan untuk diresapi ibu-ibu PKK Perwakilan dari Kabupaten/Kota Se-Provinsi Bangka Belitung ini.
Kegiatan ini ditutup dengan urun rembuk guna memformulasikan suatu rekomendasi yang menjadi pijakan dalam upaya pengentasan isu utama yaitu pencegahan pernikahan dini dan pencegahan dan penanganan stunting.