Pangkalpinang -  Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kep.Bangka Belitung,Toto Haryanto Silitonga,  melalui siaran persnya pada Selasa (01/10)  menyampaikan terkait tingkat inflasi di bangka belitung.  Dimana dalam rilisnya, Ia menyampaikan bahwa selama bulan September 2024 tingkat inflasi lebih rendah dari kondisi tingkat inflasi periode bulan Agustus 2024 lalu.

Kepala BPS,Toto Haryanto mengungkapkan bahwa untuk tingkat inflasi bulan September 2024 berada pada sasaran  0.49 % (year on year)  yang mengalami penurunan dibandingkan nilai tingkat inflasi pada bulan Agustus 2024 lalu yang tercatat sebesar 1.02%.

Dalam press releasenya Ia menjelaskan bahwa  tercatat andil inflasi year on year yang terjadi selama bulan September 2024 disumbang oleh komoditas beras kemudian sigaret kretek mesin (SKM) dan emas perhiasan, dimana hal serupa juga terjadi pada komoditas barang yang mengalami inflasi pada periode bulan Agustus 2024 lalu.  Masih dalam catatan siaran persnya,  Badan Pusat Statistik Kep.Bangka Belitung juga  mencatat  terjadi deflasi  sebesar 0,02 % ( m-to-m) pada jenis barang  komoditas cabai rawit, cabai merah, dan ikan kerisi( berdasarkan catatan kondisi deflasi month to month )

Upaya untuk menjaga agar tingkat inflasi dan deflasi yang terjadi di daerah  tetap stabil dengan target sasaran nasional yakni inflasi sebesar 1,5 hingga 3,5 % dan atau 2,5+/- % persen ( red: berdasarkan PMK No.101/PMK.010/2021 tanggal 28 Juli 2021 )*  terus dilakukan oleh pemerintah yang tergabung dalam tim pengendali inflasi daerah (red: TPID) dalam upaya menjaga stabilitas perekonomian di daerah khususnya di bangka belitung.

Dalam press release Badan Pusat Statistik Prov.Kepulauan Bangka Belitung juga  mencatat perkembangan inflasi selama bulan September 2024 yang terjadi di kabupaten/kota se provinsi kep.bangka belitung yang jika dibandingkan dengan periode bulan Agustus 2024 lalu  yang mengalami penurunan.

Dalam catatan BPS bahwa  untuk kota Tanjung Pandan (Belitung) pada bulan Agustus 2024 tercatat tingkat inflansi y-on-y sebesar 1,75 % dan deflasi 1,67 % (m-to-m) sedangkan periode September 2024 tercatat untuk tingkat inflasi y-on-y sebesar 0,22 persen dan deflasi sebesar 0,61% (m-to-m); 

Kabupaten Bangka Barat pada bulan  Agustus 2024 tercatat tingkat inflasi y-on-y sebesar 0,11% dan deflasi 0,51% (m-to-m) sedangkan pada periode September tercatat tingkat inflasi 0,42 % (y-on-y) dan nilai deflasi sebesar 0.18%(m-to-m);

Kemudian untuk Kabupaten Belitung Timur bulan Agustus 2024 tercatat tingkat inflasi sebesar 1,27 (y-on-y) dan deflasi 0.70 % (m-to-m) sedangkan pada bulan September 2024 dengan inflasi inti 0,61 % (y-on-y) dan deflasi sebesar 0,12 %, dan Kota Pangkalpinang selama periode September 2024 mengalami inflasi year-on-year 0,82 % dan deflasi sebesar 0,16% dan kondisi inflasi pada periode Agustus 2024 lalu sebesar 1,19% (y-to-y) dan kondisi deflasi sebesar 0,11% (m-to-m).

Selain informasi  mengenai perkembangan tingkat inflasi dan deflasi, dalam rilisnya mengenai tingkat perkembangan inflasi di bangka belitung per bulannya selama periode tahun 2024 juga disampaikan mengenai kondisi Nilai Tukar Petani ( NTP ) periode September 2024 naik 0,81 persen dengan indeks sebesar 138,60. Indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 165,98 (naik 0,45 persen) disumbang oleh komoditas lada, kelapa sawit, dan sawi hijau. Sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 119,76 (turun 0,36 persen) disumbang oleh komoditas cabai merah, bensin, dan cabai rawit.

Indeks Konsumsi Rumahtangga (IKRT) turun 0,50 persen dengan indeks sebesar 118,91. Persentase penurunan terbesar terjadi di kelompok Penyediaan Transportasi yakni sebesar 1,12 persen. Sementara itu, Indeks Kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) adalah sebesar 122,78 (naik 0,05 persen).

Sumber Data :