Pangkalpinang, Pengelolaan Arsip apabila dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah kearsipan akan menghadirkan manfaat yang besar bagi keberlangsungan organiasi, yang pada akhirnya akan bermuara pada ketersediaan arsip yang otentik, utuh dan terpercaya disamping keutamaan untuk kemanfaatan penilaian kinerja, pertanggungjawaban kinerja, pelayanan publik serta penyediaan alat bukti bagi kepentingan lainnya.

Berpijak pada urgensi diatas Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan bimbingan dan sosialiasi pengelolaan arsip bagi seluruh jajarannya. Budi Utama Kadinsospmd Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengenalkan menggemakan kembali jargon “ arsip hilang asset melayang” pada awal sambutannya, ini sembari membumikan adagium tak kenal maka tak sayang tak lain adalah pengandaian atas ketidaksadaran kita akan pentingnya sesuatu yang dianggap sepele namun dibalik itu tersembunyi potensi yang akan menimbulkan permasalahan serius bila arsip dikelola secara asal-asalan. Pilah pilih adalah salah satu kunci dalam pengarsipan yang baik dan benar. Akhirnya Budi menghimbau agar para peserta sosialisasi untuk aktif dalam mengekplorasi hal-hal yang belum diketahuinya dan dapat segera mengaplikasikan hasil dari sosialisasi ini agar dapat mendongkrak suatu tatanan pemerintahan berdasarkan tata administrasi yang bisa diakses dengan mudah”.

            Mega Ardiana S.Sos Pranta Arsiparis Muda dalam paparannya mengetengahkan materi Pengelolaan Arsip, pemeliharaan dan pengamanan arsip, di sela-sela pemaparan narasumber kembali memutar balikan bahwa penilaian selama ini bahwa arsip adalah catatan sejarah  adalah suatu kekeliruan yang vital dan fatal karena akan berujung pada alat bukti pertanggungjawaban atas apa yang telah menjadi sarana dan prasarana suatu siklus yang ada di dunia pemerintahan, banyak contoh kasus yang naik ke meja hijau dikarenakan mal administrasi. Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di ruang rapat Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini diakhiri dengan pendampingan narasumber langsung  melihat tata naskah dan tata pengorganisasian.