Pangkalpinang – Melalui Bidang Rehabilitasi Sosial & PWNMKTK Dinsos PMD Babel melaksanaan Bimbingan Fisik,Mental, Spiritual dan Sosial Kegiatan Rehabilitasi Sosial Dasar Anak Terlantar Dalam Panti, bertempat di LKSA Baiturahman Annur Pangkalpinang, Rabu (30/08/2023). Acara dibuka langsung oleh Fitra Mayarini, S.ST, subkoordinator rehabilitasi sosial anak Dinsos PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selaku Tim Bina, dalam sambutannya ia mengatakan bahwa TAGANA adalah relawan sosial atau Tenaga Kesejahteraan Sosial berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial.
“ Sebagaimana amanat Peraturan Menteri Sosial Nomor 28 tahun 2012 tentang Pedoman Umum Taruna Siaga Bencana, tentunya Tugas TAGANA dalam melaksanakan penanggulangan bencana pada pasca bencana mempunyai fungsi, dimana salah satunya melaksanakan penanganan psikososial dan rujukan dan diimplementasikan melalui Bimbingan Fisik,Mental, Spiritual dan Sosial Kegiatan Rehabilitasi Sosial Dasar Anak Terlantar Dalam Panti.” jelas Fitri.
Bagaimana tidak, setelah acara bimbingan Fisik,Mental, Spiritual dan Sosial digelar, para peserta memperkenalkan diri sekaligus berupaya meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum, justru berlangsung semarak dan penuh keseruan, karena kegiatannya sangat edukatif memberikan pemahaman pentingnya adab dalam kehidupan.
Di antaranya Penyampaian pengenalan mengenai Taruna Siaga Bencana (Tagana), fungsi serta tugas sebagai relawan Tagana Pengenalan pertolongan pertama saat terjadi bencana, antisipasi, partisipasi dan langkah dalam penanganan bencana, Praktik pertolongan pertama meliputi :penggunaan kain mitela dalam membantu pertolongan pertama luka, pertolongan pertama patah tulang, dan cara membawa korban dengan menggunakan tandu.
Penyuluh Sosial Dinsos PMD Babel, Nusation A.Ks., M.Si, menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan Bimbingan Fisik,Mental, Spiritual dan Sosial Kegiatan Rehabilitasi Sosial Dasar Anak Terlantar Dalam Panti adalah sebagai upaya mengembangkan kemampuan kognitif dan afektif soft skill anak binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
“ Bagaimana pentingnya Pengenalan diri, mulai dari karakteristik teman dalam panti, teman di lingkungan sekitar, membimbing anak untuk berpikir kritis dan kreatif dengan mencontoh tokoh nasional dan dunia, memberi pandangan pada anak LKSA bahwa setiap orang memiliki kelebihan sesuai bidangnya masing-masing dan setiap orang berharga, serta pandangan pentingnya adab dan akhlak dalam menuju kesuksesan selain kecerdasan.,” ungkap Nusation.