BANGKA – Dalam perspektif menjaga integrasi nasional, internalisasi isu dan persoalan sosial dan harmonisasi nilai-nilai kebangsaan saat ini merupakan sebuah keniscayaan dan sangat urgen bagi keberlangsungan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Upaya-upaya strategis sudah tentu harus dilakukan agar tidak terjadi loss generation. Kita harus mampu memanfaatkan momentum bonus demografi sebagai modal sosial yang sangat potensial dalam membangun karakter anak bangsa.
Anak dan remaja semaksimal mungkin harus dipahamkan tentang berbagai persoalan bangsa termasuk lingkungan dan perubahan sosial yang semakin masiv. Berbagai perilaku menyimpang dan abnormal sangat kasat mata terjadi di tengah perkembangan informasi dan teknologi digitalisasi yang menghampiri semua level tak terkecuali anak usia dini, begitu juga kehawatiran kita justru dari berbagai ancaman yang dapat menggangu stabilitas sosial baik di daerah maupun kepentingan lebih luas lagi menggerogoti integrasi nasional.
Isu dan persoalan seperti narkoba, pornografi pornoaksi, kenakalan remaja, dan bentuk penyimpanan sosial lainnya baik yang berasal dari dalam maupun luar harus sedini mungkin diantisipasi dan dicegah agar masa depan anak negeri berlangsung normal. Untuk itu proses edukasi, diseminasi, advokasi dan penguatan integrasi berbagai nilai sosial dan budaya sesuai dengan nilai luhur Pancasila tentunya wajib didukung oleh semua pihak baik pemerintah dan masyarakat.
Salah satu upaya untuk penting guna mendukung proses penguatan integrasi dan pemberian pemahaman dalam upaya mencegah terjadinya ancaman dan dampak buruk tersebut dengan penanaman nilai-nilai dasar melalui pendidikan karakter anak sejak dini. Pendidikan karakter telah menjadi perhatian di berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu, akan tetapi untuk warga masyarakat secara keseluruhan (Ummah, 2018). Pendidikan karakter dapat dipahami sebagai ikhtiar yang dilakukan oleh pendidik dalam membentuk karakter peserta didik secara optimal (Maryam, 2018)
Dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat desa sebagai penyelenggara pelayanan dasar bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, melalui berbagai program prioritas dan fungsionalnya sebagai badan publik penyelenggara layanan dasar bidang sosial telah melakukan upaya pro aktif untuk mendukung upaya pencegahan dan penguatan sejak dini.
Dalam implementasikan budaya dan karakter bangsa, Dinas Sosial dan PMD Provinsi Babel mencoba menawarkan berbagai agenda melalui giat Penyuluhan Sosial atau dikenal dengan “ PENSOS BERSAHABAT – "Bersama Sosial Aku Bisa dan Hebat”. Selaras dengan itu, Nusation sebagai penyuluh sosial DINSOSPMD menandaskan bahwa kegiatan PENSOS BERSAHABAT merupakan aksi penyuluhan sosial langsung yang dilakukan secara kolaboratif. Dengan menggandeng fungsional Pranata Humas penyebaran dan penjangkauan informasi kepada masyarakat luas termasuk pemerlu layanan sosial khususnya diharapkan bisa menyadarkan kita akan pentingnya membangun karakter anak bangsa yang berkepribadian Pancasila.
Seperti halnya pada hari ini, Kamis (25/01) melalui Giat PENSOS BERSAHABAT memberikan penyuluhan langsung kepada siswa pelajar SD yang ada di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Dimana pada kegiatan ini diisi dengan materi terkait penguatan akan pendidikan karakter kepada para siswa pelajar. Selain penekanan pada materi pendidikan karakter, kegiatan penyuluhan juga diisi dengan pendidikan kebangsaan dan pengenalan masalah sosial serta nilai-nilai kearifan lokal kepada siswa pelajar.
Dengan adanya kegiatan fungsional penyuluhan sosial, Nusation berharap dapat menumbuhkembangkan karakter positif pada siswa/siswi dan para pelajar umumnya sebagai generasi penerus dapat menghindari dan mencegah hal-hal negatif yang rentan terjadi dan merusak mental serta moralitas masa depan.
Lebih jauh lagi, Nusation selaku koordinator kegiatan menegaskan bahwa agenda PENSOS BERSAHABAT memiliki beberapa cakupan diantaranya giat sosial yang menjangkau para kaum lansia atau dikenal dengan “ PENSOS Cinta (cinta tanpa kata) Lansia”, dan giat Pensos Sapa Desa. Adapun kegiatan hari ini adalah PENSOS "On The Street" yaitu kegiatan penyuluhan sosial langsung yang menyasar anak usia sekolah.