Pangkalpinang -  Pemerintah provinsi melalui dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat desa kembali melakukan evaluasi terhadap capaian perkembangan dari sebuah desa dan kelurahan salah satunya dengan mengadakan lomba desa sebagaimana yang dilaksanakan hari ini Selasa (12/04/2022) di kantor dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat desa pemprov babel.

Lomba desa/kelurahan yang diselenggrakan setiap tahunnya secara berjenjang ini mulai dari kecamatan, kabupaten hingga tingkat provinsi, selain dimaksudkan guna  memberikan penghargaan kepada setiap desa/kelurahan atas upaya pencapaian pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan selama periode satu tahun, juga diharapkan dapat untuk memotivasi seluruh elemen masyarakat desa/kelurahan untuk  bersinergi membangun desanya masing-masing dalam mencapai kemandirian dan kemajuan desa.

Sepeti halnya pada kegiatan penilaian lomba desa hari ini dengan mengusung tema Desa Kelurahan Tangguh, Ekonomi Tumbuh, empat kepala desa dan empat kelurahan dari  masing-masing wilayah diberikan kesempatan untuk memaparkan terkait upaya dan capaian yang telah dilakukan  dalam membangun desa melalui optimalisasi pemanfaatan potensi desa, strategi program pemberdayaan dan inovasi desa.

Tidak hanya itu saja, pada kesempatan tersebut, para kepala desa beserta tim,  juga diminta oleh tim penilain untuk menjelaskan mengenai aspek pelaksanaan tanggap dan siaga bencana, pengentasan masalah kemiskinan desa, pengentasan dan pencegahan kasus stunting dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga melalui koperasi dan UMKM yang berbasis masyarakat.

Untuk pemaparan kategori desa, peserta pertama dimulai dari desa mentawak kabupaten belitung timur, dimana pada kesempatan tersebut kepala desa menyampaikan salah satu program unggulannya terkait inovasi desa melalui program yang diberi nama “ SI MENTARI “ Mentawak Tangguh Bersinergi” dimana program ini terkait dengan aspek

kesehatan, pengentasan kemiskinan, Pendidikan dan pemberdayaan keluarga. Aspek lain yang diungkapkan dalam materi paparannya adalah terkait penerapan teknologi digital dalam layanan kependudukan melalui penerapan Aplikasi SELINA; aspek kesehatan masyarakat desa yang fokus pada upaya pengentasan dan pencegahan stunting serta pernikahan dini melalui program forum desa siaga,wisuda lulus posyandu, posyandu remaja, pemberian sertifikat ASI esklusif, pemberdayaan kaum perempuan dan pengungkapan data lainnya terkait evaluasi perkembangan desa.

Sedangkan peserta kedua, dari desa Suak Gual kabupaten Belitung yang dinahkodai oleh kepala desa bapak Haerudin pengungkapan data berkenaan diantaranya mencakup aspek kesehatan masyarakat dalam penanganan stunting, pernikahan dini dan kesehatan lingkungan melalui program diantaranya kampanye dan pembentukan tim program pola hidup bersih sehat, pembinaan KB Desa, Poskedes, kemudian dari aspek ekonomi melalui kerja sama pembentukan BUMDESMA yang bergerak di sector usaha pariwisata dan pengungkapan data perkembangan desa lainnya.

Sementara itu untuk peserta ketiga adalah peserta dari desa sekar biru kabupaten bangka barat yang dinahkodai oleh kepala desa Bapak Erwin, pengungkapan data aspek ekonomi melalui kerja sama antar desa melalui BUMDES/BUMDesma dalam pengelolahan sampah dalam upaya peningkatan pendapatan asli desa, dan program pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan kelompok tani “Makmur” untuk penggemukan sapi potong jenis limosin, aspek pendiidkan dimana desa sekar biru memberikan layanan Pendidikan anak usia dini gratis, penetapan penyediaan bahan baku dalam mendukung inovasi pertanian di desa dan aspek lainnya seperti pemberdayaan keluarga, aspek pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik.

Dan peserta ke empat kategori desa adalah dari desa pemali yang mewakili kabupaten bangka dan dinahkodai oleh kepala desa Abdul Haziz Hisyam, dimana pengungkapan data diantaranya terkait aspek ekonomi dengan basis kerja sama desa yang memberikan layanan pemanfaatan jasa lingkungan air , kedua aspek inovasi dengan menciptakan program BAHTERA yaitu program perlindungan untuk anak yatim, program BANAMAS yaitu program bantuan berobat, dan program penciptaan lapangan kerja dengan penyelenggaraan usaha sewa tenda, budidaya peternakan bebek,s api dan ikan air tawar yang berbasis pemberdayaan masyarakat dan aspek lainnya.

Selain kategori desa, penilaian kegiatan lomba juga dilakukan terhadap empat  kelurahan terbaik yang diusulkan oleh pihak pemerintah kabupaten/kota untuk mengikuti kegiatan lomba desa di tahun 2022 yang mengusung tema Desa Kelurahan Tangguh, Ekonomi Tumbuh.