Membalong – Gotong royong merupakan warisan luhur yang menjadi trade mark atau ciri khas yang sudah ada di sendi kehiudpan masyarakat indonesia pada umumnya sebagaimana ditunjukkan oleh masyarakat Desa Bantan, Kabupaten Belitung yang secara bersama-sama membangun tambatan perahu di Sungai Berangan. Tambatan perahu yang juga hasil gotong royong ini difungsikan sebagai alat penyebrangan sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan memudahkan aksebilitas masyarakat sekitar. Jembatan yang dikerjakan oleh masyarakat dengan rentang sepanjang 230 m menghabiskan dana sekitar Rp. 167 Juta dan bila dikerjakan tanpa gotong royong maka akan memerlukan anggaran sekitar Rp. 1.5 Milyar dan ini membuat takjub Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman yang hadir pada saat peresmian tambatan perahu Sungai Beranagan.
Gubernur yang hadir bersama Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bangka Belitung serta aparatur Desa Bantan menyampaikan bahwa semangat gotong royong masyarakat Desa Bantan ini pada akhirnya akam membawa perubahan baik secara ekonomi maupun sosial.
"Kedepan, jembatan sekaligus dermaga ini harus dapat dipelihara bersama oleh masyarakat Desa Bantan, saat memberi sambutan dalam peresmian tersebut di Sungai Berangan Dusun Ilir, Desa Bantan, Kabupaten Belitung, Rabu (16/03/2022). Disamping itu ia berpesan agar tambatan perahu itu harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat. Selain itu, dirinya berpesan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat untuk mengelola ini menjadi salah satu destinasi wisata karena panoramanya yang indah berhias tanaman mangrove.
AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) juga mempunyai andil dalam membantu penyelesaian pembangunan dengan membangun fasilitas untuk masyarakat nelayan, khususnya yang berdomisili di sekitar Sungai Berangan.
"Terima kasih sangat mendalam atas perhatian AMCF, dan saya mengundang kiranya nanti dapat membuat cabang atau kantor perwakilan di Babel. Harapannya bantuan ini bukan hanya bantuan satu kali tetapi dengan mendirikan perwakilan, agar lebih mudah berkoordinasi dan berkonsolidasi," ungkapnya. Pimpinan ACMF Ahmad Faisal Siregar mengatakan momen HKSN walaupun sangat singkat, namun menghasilkan kesepakatan bersama untuk melaksanakan program sosial membangun dermaga. "Alhamdulillah dalam waktu tiga bulan, cita-cita dan harapan kita bersama, pembangunan selesai," ungkapnya.