Mentok, Bangka Barat -  Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, Minggu (19/12/2021) membuka kegiatan puncak acara bulan bakti peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2021 di Kota Mentok Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Dalam sambutan pembukaannya dan arahannya  Menteri Sosial Ibu Tri Rismaharini  mengungkapkan  nilai dan makna penting dibalik kesetiakawanan sosial yang ditetapkan untuk diperingati setiap 20 Desember,   yaitu adanya nilai-nilai  semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi modal dasar dalam membangun bangsa.

Pertama, menghadapi keterbatasan.  Mensos Tri Rismaharini menggambarkan bagaimana ia membangun kota Surabaya dari awal yang penuh dengan keterbatasan.

“ Saya jadi Walikota, itu surrabaya anggarannya sangat terbatas. Padahal banyak sekali permasalahan di Surabaya yang membutuhkan penanganan, Ungkap Mensos Tri Rismaharini dalam sambutan dan arahannya pada peringatan HKSN.

Oleh karena itu, Mensos menyatakan untuk membangun kota Surabaya Ia memilih untuk tidak mengandalkan anggaran. “ Ya karena anggaran kota Surabaya memang serba terbatas waktu itu.

Kedua, perihal Pemberdayaan Masyarakat,  dalam hal ini Mensos Tri Rismaharini menggambarkan bagaimana dengan semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai modal utama di dalam melakukan pemberdayaan masyarakat untuk menggerakan dan menggali potensi yang ada dalam membantu masyarakat dan menyelesaikan masalah yang ada.

 Ia mengkisahkan berkenaan pemenuhan kebutuhan sayur mayur awalnya menjadi permasalahan masyarakat.  Karena surabaya memang tidak memiliki lahan tersisa sehingga harus mencukupi kebutuhan sayuran dari daerah lain.

“ dengan menggerakan potensi masyarakat, kini setiap rumah menanam sauran, jadi Kalau ada kelangkaan cabe, warga surabaya sudah punya cabe di rumah”, ungkap Mensos.

Ia juga menceritakan bagaimana Ia membantu melakukan pemberdayaan cara mengolah sampah sehingga memiliki nilai tambah bagi masyarakat kota surabaya.

Misalnya, bagaimana Ia mencari solusi mengatasi volume sampah Surabaya yang terus meningkat.  Saat itu ia menggencarkan sosialisasi dan edukasi pengolahan sampah keapda masyarakat. Pada awalnya, pemerintah memberikan contoh kepada masyarakat bagaimana menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan bagaimana cara mengolah sampah menjadi kompos masyarakat dengan mendirikan rumah kompos.

“ Strategi ini, secara bertahap bisa menunjukan hasil. Pelan-pelan sampah yang bisa dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) volume nya berkurang. Dari sebekumnya 6000 ton menjadi 3000 ton.  Saat saya tinggal tidak lebih dari 1000 ton, katanya.

Ketiga, melalui kesetiakawanan sosial mampu membangun sensitivitas kepedulian. Ia menuturkan bagaimana ketika persoalan pandemi COVID19 telah membangkitkan sensitivitas kepedulian sosial masyarakat tanpa tersegregasi.

“ ada anak 13 tahun. Dia punya usaha jual beli pulsa. Dia datang menyumbangkan APD itu atas kerelaan dia sendiri, lalu kisah mengatasi banjir di kota Surabaya dimana saat itu kota Surabaya memiliki pompa air, tapi tidak bisa dioperasikan karena tidak ada bahan bakar “ mendengar pernyataan saya, wara Surabaya secara sukarela menyumbang bahan bakar. Akhirnya pompa bisa beroperasi dan banjir bisa diatasi”, ungkap Mensos Tri Rismaharini.

Hadir dan turut mendampingi Menteri Sosial pada peringatan puncak bulan bakti Kesetiakawanan Sosial Nasional 2021 di kota Mentok Kab. Bangka Barat diantaranya Gubernur kep. Bangka belitung, Erzaldi Rosman, Bupati Bangka Barat, Sukirman, Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Mingming, jajaran FORKOMPIMDA Kab.Bangka Barat, walikota pangkalpinang, bupati bangka dan pejabat lainnya.