PANGKALPINANG – Berdasarkan data siaran pers oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah merelease mengenai kondisi perkembangan indeks harga konsumen ( IHK), pertumbuhan tingkat Inflansi serta kondisi nilai tukar petani ( red : NTP) kuartal pertama periode bulan Maret 2024.

Pertumbuhan tingkat inflansi pada periode Maret 2024 year on year dengan pada kuartal pertama bulan Maret tahun 2024 dalam release BPS tercatat berada pada posisi 1,80 persen, dengan laju inflansi dalam sebulan m-to -m tercatat mengalami inflansi sebesar 0,04 persen berdasarkan perkembangan  kondisi indeks harga konsumen berada pada posisi 104,04 persen pada bulan Meret 2024.

Berdasarkan komponen penyumbang terjadinya inflansi selama periode bulan Maret 2024 year on year berasal dari komponen komoditas bahan pangan beras, rokok jenis sigaret kretek mesin ( skm) dan bawang putih, sedangkan komponen penyumbang laju inflansi bulanan utamanya berasal dari komponen komoditas pangan seperti beras, telur ayam ras dan ikan tongkol.

Sedangkan untuk kondisi tingkat pertumbuhan inflansi pada masing-masing kabupaten/kota, dalam rinciannya menjelaskan

  • Wilayah Tanjung Pandan tercatat mengalami inflansi tercatat mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,80 persen dan deflasi m-to-m sebesar -0,54 persen dengan IHK 105,00. Andil inflasi y-on-y utamanya disumbang oleh komoditas beras, sigaret kretek mesin (skm), dan cabai merah. Sementara itu andil deflasi m-to-m utamanya disumbang oleh komoditas ikan kerisi, ikan bulat, dan angkutan udara.
  • Kabupaten Bangka Barat tercatat mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,78 persen dan inflasi m-to-m sebesar 0,22 persen dengan IHK 102,97. Andil inflasi y-on-y utamanya disumbang oleh komoditas beras, sawi hijau, dan sigaret kretek mesin (skm). Sementara itu andil inflasi m-to-m utamanya disumbang oleh komoditas beras, bayam, dan kangkung.
  • Kabupaten Belitung Timur tercatat mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,88 persen dan inflasi m-to-m sebesar 0,32 persen dengan IHK 103,81. Andil inflasi y-on-y utamanya disumbang oleh komoditas beras, bawang putih, dan daging ayam ras. Sementara itu andil inflasi m-to-m utamanya disumbang oleh komoditas beras, ikan kerisi, dan telur ayam ras.
  • Kota Pangkal Pinang tercatat mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,24 persen dan inflasi m-to-m sebesar 0,04 persen dengan IHK 104,46. Andil inflasi y-on-y utamanya disumbang oleh komoditas beras, sigaret kretek mesin (skm), dan cabai merah. Sementara itu andil inflasi m-to-m utamanya disumbang oleh komoditas beras, ikan kembung, dan es.

Sementara itu, untuk kondisi posisi Nilai Tukar Petani pada periode Maret 2024 tercatat mengalami kenaikan. Dimana dalam releasenya menjelaskan bahwa  Nilai Tukar Petani (NTP) naik 3,46 persen dengan indeks sebesar 128,81. Indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 155,53 (naik 3,97 persen) disumbang oleh komoditas kelapa sawit, karet, dan lada dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 120,74 (naik 0,50 persen) disumbang oleh komoditas beras, telur ayam ras, dan bawang merah.