Kabupaten Bangka – Maraknya isu mengenai penyalahgunaan dana bantuan sosial oleh warga penerima manfaat ( red: masyarakat miskin) yang tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya seperti digunakan untuk judi online menjadi perhatian serius pemerintah.
Bahkan saat ini pihak Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK) telah melakukan verifikasi daftar penerima bantuan sosial yang terlibat menjadi pemain judi online sepanjang tahun 2024 dan mewacanakan akan melakukan pencabutan bantuan sosial bagi warga penerima manfaat bantuan sosial yang terindikasi terlibat dalam penyalahgunaan dana bantuan sosial pemerintah tersebut.
Untuk itu, dalam upaya membangun kesadaran warga penerima manfaat bantuan terkait makna esensi dari pemberian dana bantuan sosial ini, Tim Penyuluh Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi bersama dengan para mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Bangka Belitung yang tengah melakukan program intership " Kampus Berdampak 2025" pada Dinas Sosial PMD, pada Senin (04/08/2025) ikut berkolaborasi melakukan Giat Penyuluhan Sosial Langsung di Desa Kace Kecamatan Mendo Barat.
Dengan menyasar kaum perempuan “ emak-emak” penerima manfaat pada Program Keluarga Harapan atau dikenal dengan singkatan KPM PKH, tim Penyuluh Sosial berkolaborasi dengan Mahasiwa UBB serta dibantu oleh tenaga pendamping PKH membersamai kegiatan penyuluhan hari itu yang mengusung tema penyuluhan “'Anak Sehat dan Cerdas Harapan Orang Tua”.
Kegiatan edukasi pun berlangsung dengan suasana “ SERSAN” alias Serius Tapi Santai dihadirkan oleh Penyuluh Sosial Ahli Madya, Nusation dan Riama Situmorang beserta dengan mahasiswa UBB dalam penyampaian materi sehingga bisa diterima dan dipahami oleh para kaum “ emak-emak “ penerima manfaat bantuan.
Tak ikut ketinggalan, para mahasiswa pun ikut terlibat dalam mengeduksi para KPM dengan menyapa KPM untuk melakukan refleksi materi yang diterima. Suasana hiruk pikuk dan penuh canda nampak terasa, penuh dinamika. Meskipun, baru kali pertama dilibatkan dalam agenda ini, namun antusiasme dan semangat mahasiswa membersamai para peyuluhan sosial dalam mendukung proses pembelajaran ini sangat memberikan nuansa berbeda dan warna menarik. Wajah-wajah polos dan lembut dengan gestur yang kekinian semakin mejadikan pertemuan berlangsung ceria dan penuh tawa. Asyik dan menyenangkan.
Dalam kesemoatan ini, penyuluhan sosial lebih mengedepan aspek pemahaman KPM dalam menggunakan bantuan PKH sesuai target program, yakni menjadikan anak PKH yang sehat dan cerdas. Karena isu-isu yang sedang kencang berhembus saat ini, bahwa bantuan sosial berupa uang yang diterima ma masyarakat miskin acapkali disalahgunakan peruntukannnya, seperti halnya pengunaan dana bansos untuk judi online, beli rokok dan hal lainnya yang tidak sesuai peruntukan penggunaan dana bantuan sosial.
Pemahaman yang runut dan gencar mengenai esensi bantuan sosial sudah selayaknya didapatkan oleh para KPM agar arah dan target program bisa terwujud sesuai yang diharapkan, dimana bantuan PKH sudah sangat jelas dan tegas hanya boleh digunakan untuk anak usia sekolah khususnya dalam upaya memenuhi hak sosial anak seperti pemenuhan akan kebutuhan sekolah dan layanan bagi kesehatan anak. Selain diperioritas pada pemenuhan hak sosial anak, dalam pertemuan kegiatan penyuluhan sosial tersebut juga disampaikan mengenai kelompok sasaran utama prioritas utama dari penyaluran bantuan sosial yaitu yang menyasar lanjut usia dan disabiitas yang masuk dalam penyandang masalah sosial.
Selain menyentuh aspek kognisi kaum "emak-emak" penerima bantuan PKH mengenai esensi bantuan sosial, pada kegiatan penyuluhan siang itu juga disampaikan ajakan kepada kaum " emak-emak" penerima manfaat bantuan sosial menegnai bijak dan cerdas mengelola dan menggunakan uang bantuan dan serta materi mengenai pendidikan perilaku sehat seperti penggunaan obat-obatan yang sesuai prosedur kesehatan. Hal ini tidak terlepas akan peran “ kaum emak-emak” adalah ujung tombak dalam keluarga dan melalui peran kaum Ibu atau emak-emak yang bijak dan cerdas inilah maka akan melahirkan “ Anak Sehat Keluarga Hebat Negara Pun Menjadi Kuat”.
sementara itu suasana giat penyuluhan sosial hari itu pun menjadi semakin riuh dan gembira ketika akan memasuki sesi pembagian hadiah yang dilakukan oleh para mahasiswaa dimana kaum “emak-emak” jika ada hadiah pasti rebutan' yang disambut dengan tawa canda ceria dan sekaligus mengakhiri kegiatan siang itu. Salam Sosial.