Pangkalpinang - Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Safrizal ZA adakan rapat internal bersama Kepala Perangkat Daerah (PD) terkait Rencana Program Kerja Tahun 2024 Rabu (03/01/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Budi Utama selaku Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD) Prov. Kep. Babel. memaparkan Program Kerja Bidang Sosial dan Bidang Pemerintahan Desa Tahun Anggaran 2024.
Pada tahun 2024 DinsosPMD menggelontorkan Bantuan Sosial (Bansos) kepada masyarakat seperti halnya Bantuan Premi Asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) bagi 947 Pilar-Pilar sosial yang berada dibawah naungan DinsosPMD antara lain, 408 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), 401 Taruna Siaga Bencana (Tagana), 123 Pendamping Keluarga Harapan (PKH), dan 15 Pelopor Perdamaian (Pordam). Selain iuran BPJS-TK diberikan juga bantuan Tali Asih kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), PSM, Tagana, PKH dan Pordam sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada pilar-pilar sosial yang menjadi ujung tombak pemerintah dalam mengatasi masalah kesejahteraan sosial di masyarakat.
Melalui bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) diberikan bantuan sosial berupa alat bantu bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) berupa tongkat kaki 3, tongkat kaki 4, tongkat kaki 1, alat bantu dengar dan walker. Selain alat bantu, disiapkan juga bantuan berupa permakanan, sandang dan papan melalui program rehabilitasi sosial.
Sementara itu Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Penanggulangan Bencana (Linjamsos PB) memberikan Bantuan Sosial Stimulan kepada Penerima Manfaat yang memiliki embrio usaha berupa bantuan uang tunai kepada 14 Penerima Manfaat Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sebesar masing-masing Rp.10.000.000,- dan Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) kepada 4 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masing-masing sebesar Rp.20.000.000 bagi Keluarga Penerima Manfaat yang memiliki rumah tidak layak untuk ditempati.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas kelahiran Bangka Selatan ini menjelaskan bahwa pada tahun 2024 kita akan rekrut 141 pencacah data profesional untuk melakukan verifikasi dan validasi data di lapangan, guna melahirkan kesinambungan data baik dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga kelurahan/Desa.
"Dalam melaksanakan verifikasi data tersebut tentunya kita akan bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS)" tambahnya
Dalam paparannya Budi menyampaikan bahwa pada tahun 2024 melalui Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) diberikan bantuan penanganan stunting di tahun 2024 sebanyak 140 Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 500 Balita Stunting.
"Pada tahun 2024 kita akan kembali memberikan Pemberian Makanan Tambahan berkolaborasi dengan Kabupaten/Kota guna menurunkan angka stunting di Babel" Lanjutnya
Menanggapi strategi penurunan stunting di Bangka Belitung Safrizal menuturkan bahwa pada tahun 2022 menuju tahun 2023, angka stunting di Bangka Belitung naik sebesar 0,1%
"Berbicara mengenai Pemberian Makanan Tambahan tidak bisa sendiri, kita harus duduk bersama dengan Perangkat Daerah terkait baik Dinas Kesehatan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), maupun Dinas Sosial dan PMD" ucap Safrizal
Pembahasan dilanjutkan dengan Strategi Penurunan Angka Kemiskinan Ekstrem di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam paparannya Budi menyampaikan bahwa untuk angka kemiskinan ekstrem saat ini masih banyak berada di Kota Pangkalpinang sebanyak 3.225 keluarga dan Paling sedikit ada di Kabupaten Belitung sebanyak 22 keluarga.
"Bupati Belitung saat ini telah membentuk peraturan bupati yang mengatur kriteria keluarga yang tegolong miskin ekstrem setelah melaksanakan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (MENKOPMK)" papar Budi.
Melalui peraturan bupati tersebut kita mampu memilah dan memangkas keluarga yang tergolong kedalam kategori miskin ekstrem seperti yang telah dilaksanakan oleh Kabupaten Belitung, hal ini dibuktikan melalui penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Belitung dari angka 3.028 keluarga menjadi 22 keluarga. tegasnya
Melihat pola penanganan kemiskinan ekstrem tersebut Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yakin bahwa angka Kemiskinan Ekstrem di Bangka Belitung dapat menurun hingga nol di penghujung tahun 2024.