Pangkalpinang - Kepala dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat desa provinsi kepulauan bangka belitung,Budi Utama, mendorong peningkatan kualitas mutu dari karya cipta teknologi tepat guna yang diciptakan dari masyarakat dan atau instansi pemerintah/lembaga swasta yang ada di desa yang akan diikutsertakan dalam gelar inovasi TTG.
Hal tersebut diungkapkan Kadin Budi Utama saat memberikan pengarahan kepada peserta bimbingan teknis penilaian lomba tepat guna (TTG) pada rabu (16/02) di ruang pertemuan lantai II kantor DINSOSPMD.
“ saya berharap agar alat teknologi tepat guna yang ada di kita (red: alat TTG hasil karya inovator) untuk kita dorong lagi peningkatan kualitasnya”, ungkap Kadin Budi Utama.
Memiliki nilai kegunaan praktis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas di dalam pengelolaan sumber daya alam serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan lingkungan diungkapkan Kadin Budi Utama merupakan salah satu pertimbangan atas penilaian kualitas mutu inovasi TTG yang diciptakan.
Lebih jauh, Kadin Budi Utama menjelaskan adapun indikator nilai guna dari karya inovasi TTG menjadi salah satu dasar perimbangan di dalam penilaian pada ajang gelaran lomba inovasi TTG tingkat nasional.
“ saya harapkan betul-betul diperhatikan aspek nilai guna dan pemanfaatan dari karya inovasi TTG yang nantinya akan ikutserta dalam ajang gelaran TTG baik tingkat provinsi dan nasional, kenapa saya tekankan ini, karena kedepan karya inovasi TTG ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas khususnya di desa dan memberikan nilai manfaat kepada mereka”, ungkap Kadin Budi Utama.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna sejalan dengan UU No. 6 tentang Desa; PERMENDES PDTT No 23 Tahun 2011 tentang pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan teknologi tepat guna; dan PERMENDAGRI RI No. 20 tahun 2010 tentang pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan teknologi tepat guna.
Selain menekankan nilai guna, Kadin Budi Utama mengungkapkan didalam penilaian terhadap hasil inovasi TTG juga dapat mempertimbangkan aspek ekonomi, dapat beradaptasi mapan dengan lingkungan kultur dan sosial, tidak bertentangan dengan norma setempat, dapat menambah lapangan kerja baru, menyerap tenaha kerja lokal,berbasis masyarakat, mudah dibuat dan mudah dirawat serta ramah lingkungan.
Keberadaan pemberdayaan melalui kegiatan pengelolaan teknologi tepat guna juga diharapkan adanya dukungan dari pihak pemerintah kota/kabupaten disampaikan Kadin Budi Utama saat memberikan materinya kepada para peserta bimtek dari kabupaten/kota.
Lebih jauh, salah satu dukungan pemerintah di terhadap hasil karya inovasi Teknologi tepat Guna yang diciptakan oleh para inovator dan dinyatakan sebagai pemenang dalam gelar lomba TTG salah satunya adalah melalui fasilitasi pengakuan hak kekayaan intelektual (HAKI) bagi para inovator terbaik.
“ untuk tahun 2021 ini sudah ada lima karya inovasi TTG hasil karya inovator yang telah difasilitasi dalam pengurusan atas sertifikat hak cipta,hak merek dan hak paten seperti untuk TTG mesin pencacah sorgum milik inovator Bapak Budi Harto, alat TTG pencacah pelepah kelapa sawit,inovasi penciptaan kawasan pertanian terintegrasi dan karya inovasi TTG lainnya”, ungkap Budi Utama.