PANGKALPINANG -  Penjabat Gubernur (Pj) Kepulauan Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu menyampaikan pentingnya peran tim kelompok kerja operasional pos pelayanan terpadu ( POKJANAL POSYANDU) yang keanggota timnya adalah para kader tim penggerak PKK   mulai dari tingkat provinsi/kabupaten/kota hingga tingkat kelurahan hingga desa di dalam penanganan pengentasan permasalahan stunting dan peningkatan angka partisipasi sekolah.

Luasnya tingkatan cakupan wilayah keanggotaan PKK yang juga menjadi  pengurus tim POKJANAL POSYANDU diharapkan Pj Gubernur Suganda Pandapotan bisa lebih optimal  membantu dan mendukung upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah dan pengentasan permasalahan stunting yang terjadi di tengah masyarakat.

Perihal angka partisipasi kasar pendidikan, Pj Gubernur Suganda Pandapotan menjelaskan bahwa membutuhkan perhatian dan keseriusan semua pihak dan stakeholder pemerintah di dalam mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah anak.

“ dari data yang ada dan selalu saya ulang-ulang bahwa dari sisi angka partisipasi kasar pendidikan baru diangka 8,11 persen artinya rata-rata anak-anak kita baru tamat di jenjang SMP kelas 2 , dan ini tanggungjawab kita semua karena apa, karena dampak dari kondisi ini akan banyak untuk itu saya percaya dan yakin hal ini pasti bisa kita atasi namun tentunya dengan dukungan dan komitmen semua pihak tidak bisa hanya bertumpu pada satu pihak saja” ungkap Pj Gubernur Suganda Pandapotan pada sambutannya.

Isu kedua yang juga dipesankan Pj Gubernur kepada Tim Pokjanal adalah terkait upaya penurunan angka stunting yang tidak saja menjadi program prioritas pemerintah daerah namun menjadi program prioritas nasional. Pj Gubernur Suganda Pandapotan menegaskan bahwa pada tahun 2023 pemerintah pusat telah menargetkan kondisi stunting turun menjadi 14 persen dari capaian pada tahun sebelumnya yang berada pada kondisi 18,5 persen  dari total jumlah anak yang mengalami stunting.

“kita (red : pemerintah daerah) juga mendapatkan PR yang cukup banyak diantaranya berkenaan dengan upaya menurunkan angka stunting dari 18,5 persen menjadi 14 persen artinya ada sekitar 3,5 persen lagi yang diharapkan untuk dicapai penurunan angka stunting”, ungkap Suganda.

Dua permasalahan inilah, dipandang Pj Gubernur Suganda Pandapotan membutuhkan keseriusan dan kolaborasi semua pihak tak terkecuali  kader PKK yang masuk dalam kepengurusan tim POKJANAL PKK untuk bersama dengan pemerintah mengentaskan permasalahan tersebut.

“ pengentasan dua permasalahan tersebut tentunya jika hanya dikerjakan sendiri oleh Pokja yang ada tapi harus dikerjakan secara bersama-sama yang melibatkan semua komponen mulai dari  OPD yang berwenang mulai dari tingkat provinsi/kabupaten/kota hingga camat, pemerintah desa dan tentunya melibatkan masyarakat agar terjadi transfer pengetahuan terkait upaya pengentasan stunting dan upaya peningkatan APS anak “ ungkap Pj Gubernur Suganda Pandapotan.

Selain kolaborasi dan keseriusan, Pj Gubernur Suganda Pandapotan berharap komunikasi anngota pokjanal dapat terjalin dengan baik di dalam upaya mengoptimalkan peran aktif semua kader   di dalam upaya wujudkan capaian pembangunan khususnya dalam pengentasan masalah stunting dan peningkatan APS dimana POSYANDU sebagai lembaga kemasyarakat desa yang memiliki fungsi memberikan pelayanan kesehatan dasar masyarakat di desa dapat lebih optimal.