Pangkalpinang, Kata terindah yang bagi hampir semua orang adalah ayah dan ibu, dua kata tersebut mewakili rasa yang secara hakiki tidak dapat ditukar dengan apapun didunia,bisa dibayangkan apa yang akan terjadi ketika dua kata tersebut direnggut dari seorang ayah, dari seorang ibu atau bahkan dari seorang anak, sirnalah tempat menerima kasih sayang, hilanglah tempat berkeluh kesah, pupuslah asa untuk mendapatkan tatapan kasih.

Kita sadari sepenuhnya dan dengan jalan yang berbeda pula bahwa kehidupan merupakan suatu misteri  preogratif milik Penguasa kehidupan, raja manusia Allah SWT, usia kerapkali diakhiri dengan gangguan kesehatan, kecelakaan kerja, bencana alam, konflik dan banyak sebab lainnya.

Pandemi covid 19 tidak henti-hentinya menabur duka, menorehkan luka dan meninggalkan kenangan pahit untuk semua orang tanpa memandang usia, gender dan status sosial, demikian pula yang dialami oleh Feronika (16th) dan Aprilia (10th) kakak adik yang terpaksa tidak akan pernah lagi mendengar suara yang menyentuh kalbu mereka akibat kedua orang tuanya terinveksi virus covid 19.

Menjaga harapan mereka untuk tetap hidup adalah salah satu wujud tanggung jawab kita ujar Budi Utama Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kunjungannya pada saat menyampaikan bantuan dari Gubernur dan dermawan.

Di akhir kunjungan Budi menyampaikan pesan kepada kita semua terkhusus keluarga Feronika dan aprillia agar tetap waspada dan tetap menjaga pola hidup yang selama ini bukan bagian dari kebiasaan kita seperti mengenakan masker, menjaga jarak, Teriring doa dan harapan sehat selalu kepada Pak Gubernur dari kakak adik ini yang telah mengangkat mereka menjadi anak asuh. Semoga covid 19 cepat berlalu agar air mata duka menjadi air mata bahagia. Aamiin.