Bangka Tengah - Dalam upaya mengurangi dan mencegah berkembangnya perilaku menyimpang dikalangan anak usia sekolah, pemerintah provinsi melalui Dinas Sosial dan PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merespon dengan cepat dengan berbagai aktivitas layanan sosial kepada khalayak termasuk menyasar siswa/siswi SD.
Penanganan masalah sosial sedini mungkin mesti dilakukan agar pencegahan dampak seminimal mungkin bisa diatasi. Membentuk sikap dan perilaku sosial anak memang tidak mungkin bisa selesai dalam waktu singkat. Kebiasaan berperilaku, bersikap dan berkomunikasi yang kurang baik seringkali menjadi faktor determinan dalam tumbuh kembang nya perilaku menyimpang. Apabila kondisi ini kurang perhatian dan dianggap hal biasa terjadi di lingkungan sekolah dan keluarga, maka bisa jadi moralitas dan mentalitas generasi penerus kita akan mengalami kemerosotan atau degradasi moral sosial.
Tidak dipungkiri bahwa saat ini jika melihat peristiwa yang terjadi ditengah masyarakat persoalan yang menyangkut dengan masalah sosial anak dan remaja kerap terjadi. Berbagai persoalan dikalangan anak/remaja yang acapkali terjadi diantaranya berkenaan dengan kenakalan remaja. Terjadinya kenakalan remaja dalam pandangan patologi sosial disebabkan oleh berbagai faktor baik internal dan eksternal, dimana apabila tidak adanya upaya preventif sedini mungkin untuk mengatasinya, maka anak/remaja rentan atau berpotensi untuk mengalami atau terjerumus dalam persoalan kenakalan anak/remaja seperti perilaku kekerasan atau bullying yang dilakukan oleh usia anak/remaja, kasus narkoba dan lain-lain.
Hal tersebut tentunya dapat berdampak buruk baik bagi masa depan anak/remaja itu sendiri dan tentunya juga menjadi permasalahan sosial baru yang terjadi seperti adanya kasus-kasus yang dialami oleh anak berhadapan dengan hukum.
Untuk itu upaya preventif terus dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai bentuk program dan kegiatannya. Seperti halnya giat aksi “PENSOS BERSAHABAT’ dengan konsep On The Street yang dilakukan oleh pejabat fungsional penyuluh sosial dalam melaksanakan kegiatan pemberian layanan diseminasi penyuluhan sosial tentang membangun perilaku sosial dan karakter anak.
Adapun giat aksi layanan penyuluhan sosial yang kembali dilakukan oleh tim dari penyuluh sosial berkolaborasi dengan fungsional Pranata Humas hari ini dilaksanakan di salah satu sekolah dasar yang ada di wilayah pangkalan baru – kabupaten bangka tengah. Bentuk kegiatan penyuluhan sosial yang dilaksanakan diantaranya mengenalkan penting pendidikan karakter melalui metode quiz for daily activity yan diikuti semua siswa siswi kelas 1 s.d 6 yang begitu antusiasme mengikuti acara yang dipandu oleh kak Riama selaku Pensos Ahli Pertama bersama Pranata Hubungan Masyarakat.
Sementara itu, Nusation selaku koordinator dari pelaksanaan giat aksi “PENSOS BERAHABAT” mengungkapkan bahwa giat seperti ini diharapkan memberikan spirit baru bagi para pendidik untuk lebih responsif dan adaptif dengan kebutuhan dan permasalahan sosial yang sehari hari sering dialami siswa. Pola komunikasi yang dikembangkan antar guru dan siswa sekarang ini semakin membuka ruang berlangsung munculnya nilai-nilai sosial baru yang terbentuk dari kebiasaan siswa dan parahnya lagi hal itu dianggap lumrah dan biasa saja. Pada gilirannya, kebiasaan komunikasi tanpa batas nilai etika dan estetika justru menghidupkan peluang perilaku menyimpang", ungkap Nusation.
Hal senada juga diungkapkan Riama Situmorang selaku JF Penyuluh Sosial menjelaskan terkait dengan giat aksi yang dilaksananakan hari ini, bahwa "PENSOS Bersahabat" dengan motto 'Sedikit Berbagi dan Banyak Memberi' juga berkesempatan memberikan quiz kepada siswa-siswi tentang cinta tanah air. Dimana ada beberapa siswa siswi yang aktif dan mampu menjawab dan mendapatkan sovenir dari Tim Semut Sosial.
Pada kesempatan lain, Kepala Sekolah dan guru mengharapkan Dinas Sosial dan PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkenan membangun hubungan kerja guna mendukung belajar merdeka. "Giat ini nampaknya perlu dilanjutkan dan kami siap memfasilitasinya" harapnya diakhir pembicaraan.
Selaras dengan budaya kerja berakhlak dan budaya kerja Dinas Sosial dan PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bahwa PENSOS dan Pranata Humas seyogyanya berupaya untuk mengimplementasikan budaya tersebut. Paling tidak terwujudnya semangat yang responsif, orientasi pelayanan, adaptif, kolaborasi dan mandiri. Semoga giat ini memberikan kontribusi bagi kemajuan Negeri Serumpun Sebalai untuk generasi 'Gens Z' 2025-2045.