Pangkalpinang - Keluarga merupakan masyarakat pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Di dalam keluarga, keberadaan orang tua tidak saja berperan penting dalam menyediakan kebutuhan anak mulai dari merawat tumbuh kembang anak, mendidik dan juga menyediakan kebutuhan psikologis anak, seperti halnya pemenuhan kebutuhan pola asuh, asih dan asah bagi anak-anak berkebutuhan khusus, namun juga menjadi sosok yang dipercaya oleh anak.
Beberapa ahli menjelaskan bahwa anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang memiliki keterbatasan baik secara fisik – seperti halnya keterbatasan dalam Indera penglihatan, pendengaran, kecerdasan, fungsi gerak- hingga keterbatasan mental dan emosional yang membutuhkan pola asuh, asih dan asah yang berbeda dari anak pada umumnya.
Kondisi keterbatasan yang dimiliki oleh anak berkebutuhan khusus tersebut mmenyebabkan bahwa mereka sebagai masyarakat rentan yang memiliki potensi untuk mengalami permasalahan sosial baik yang berasal dan disebabkan oleh faktor eksternal misalkan seperti bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus mengalami kesulitan dalam berinteraksi dan sosialisasi di lingkungannya, maupun dari faktor internal seperti halnya permasalahan pola asuh, asih dan asah yang didapatkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus yang berasal keluarga khususnya perlakukan orang tua kepada anak-anak berkebutuhan khusus dan hal ini tentunya akan mempengaruhi perilaku sosial anak-anak berkebutuhan khusus dalam menjalani kehidupan sosialnya
Tentunya pemenuhan pola asuh, asih dan asah bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari keluarga terlebih dari orang tua sangatlah penting dan dibutuhkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus di dalam menjalani kehidupannya di tengah keterbatasan yang dimiliki. Pendampingan orang tua sangatlah dibutuhkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus sebagai didikan pertama dan utama yang diperlukan senantiasa oleh anak-anak berkebutuhan khusus, selain pendidikan formal seperti halnya pendidikan sekolah luar biasa yang disediakan oleh pemerintah maupun pihak swasta dalam memenuhi hak dasar anak akan pendidikan yang juga menjadi hak bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk memperolehnya dalam mengembangkan potensi diri untuk masa depannya.
Namun tak dapat dipungkiri, keluarga dalam hal ini orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tak jarang mengalami rintangan dan memiliki keterbatasan dalam memberikan penyediaan pola asuh, asih dan asih kepada anak-anak mereka yang memiliki keterbatasan tersebut ( red: anak berkebutuhan khusus) dan membutuhkan adanya pendampingan khususnya dalam meningkatkan pemenuhan akan kebutuhan dan hak anak yang mengalami keterbatasan.
Sebagai institusi penyelenggara pelayanan publik yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan dasar berkenaan dengan layanan dasar sosial, Dinas Sosial dan PMD melalui kegiatan dan program penyuluhan sosialnya sebagaimana yang dilaksanakan oleh para penyuluh sosial melalui giat “ PENSOS BERSAHABAT” kembali melaksanakan pemberian layanan penyuluhan sosial yang memfokuskan kegiatan layanan sosial bagi orang tua yang memiliki anak dengan keterbatasan ( red: kebutuhan khusus).
Seperti pada giat layanan sosial “PENSOS BERSAHABAT” yang diadakan hari ini rabu (05/06/2024) yang memberikan layanan sosial kepada orang tua anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB Pangkalpinang. Adapun giat layanan pendampingan dan penyuluhan sosial yang dilakukan oleh para ASN Penyuluh Sosial memfokuskan pemberian layanan pendampingan kepada orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus pada hal yang berkenaan dengan pembekalan kepada orang tua terkait bagaimana memelihara dan mengasuh anak-anak yang berkebutuhan khusus, bagaimana membangun relasi yang baik antara orang tua dengan anak-anak berkebutuhan khusus yang tidak jarang menemui masalah seperti halnya kemarahan orang tua, sikap kasar dan penolakan yang acapkali juga dialami oleh anak-anak berkebutuhan khusus; dan pendampingan lainnya dalam rangka memberikan penguatan kepada orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan pendampingan dan penyuluhan sosial kepada orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus siang itu dilakukan oleh para tenaga penyuluh sosial ahli Madya, Nusation dan Albian Aid serta penyuluh sosial Ahli Pertama Riama S dan Adelina.