PANGKALPINANG - Dalam rangka membantu pengembangan usaha dan penguatan badan usaha milik desa atau BUMDesa khususnya dalam pengembangan unit usaha penggemukan sapi yang menjadi unit usaha BUMDesa, hari ini selasa (26/10/2021) diadakan kegiatan focus group discussion (FGD).
Fasilitasi kegiatan FGD yang diprakasai oleh JFT Penggerak Swadaya Masyarakat DINSOSPMD, Gunawan, dilaksanakan dalam rangka menjembatani antara antara pihak Badan usaha milik desa (BUMDesa) dengan dunia pendidikan dalam hal ini dari pihak universitas bangka belitung (UBB) dan dunia usaha CV. Dua Agri Mandiri guna membahas kobarasi adopsi inovasi di sektor peternakan penggemukan sapi yang dapat dikembangkan oleh BUMDesa melalui adopsi inovasi probiotik ternak.
Adapun BUMDesa yang mengikuti kegiatan FGD pemanfaatan adopsi inovasi probiotik bidang peternakan dengan pihak kampus Universitas Bangka Belitung, diantaranya Bumdesa Desa Bukit Kijang, Bumdesa Balunijuk, Bumdesa Pagar Awan, Bumdesa Cambai Selatan dan Bumdesa Petaling.
Melalui pemanfaatan teknologi suplemen probiotik ternak sapi ini, dijelaskan Gunawan diharapkan dapat membantu pihak BUMDesa dalam meningkatkan produktivitas ketersediaan sapi siap potong yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh pihak BUMDesa.
Selain penggemukan sapi,melalui teknologi probiotik dijelaskan Gunawan juga dapat dipakai untuk pengembangan unit usaha pakan dan pupuk organik yang memiliki nilai jual dan dapat melibatkan masyarakat di dalam pengolahannya.
Hal senada juga diungkapkan Rufti Puji selaku dosen agribisnis universitas bangka belitung berharap melalui kolaborasi antara bumdesa dengan dunia pendidikan di dalam pemanfaatan teknologi inovasi probiotik sektor peternakan sapi selain membantu pengembangan unit usaha sapi BUMDes, juga diharapkan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui keterlibatan masyarakat di dalam pengembangan unit usaha sektor peternakan sapi yang dikembangkan melalui adopsi teknologi probiotik.