PANGKALPINANG - Sosialisasi Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2024 dilaksanakan oleh Bidang KP2PMD Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DinsosPMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Babel, Kepala DinsosPMD Kabupaten/ Kota se-Babel, calon peserta lomba TTG dengan mengundang narasumber Muhammad Jumnahdi, dosen teknik elektro, dari Universitas Bangka Belitung (UBB).
Para peserta sendiri terdiri dari unsur pelajar, mahasiswa, guru pembimbing dan masyarakat umum.
Dalam sambutan Kepala DinsosPMD Babel yang diwakili Nurul Huda, Kepala Bidang Kelembagaan, Kerjasama, Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat (K2PDPM), disampaikan harapan bahwa kegiatan Lomba TTG ini dapat mendorong dan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kegiatan ekonomi produktif dan kreatif melalui inovasi-inovasi teknologi yang tepat guna. Juga untuk meningkatkan peran dan fungsi pusyantek desa. TTG merupakan kereta kemandirian desa karena dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.
Jumnahdi menyampaikan kriteria penilaian untuk lomba TTG, yaitu 20 persen bobot pada penilaian administrasi dan proposal, 30 persen bobot penilaian pada presentasi dan 50 persen pada penilaian substansi produk TTG.
"Sebagus apapun produk kita, jika tidak kita kemas dengan baik dalam proposal maka tidak bisa lolos. Itulah yang menjadi tantangan kita, bukan masalah ya, bagaimana kita menerjemahkannya ke dalam proposal yang baik," jelasnya.
Melalui zoom, Budi Utama menyampaikan terima kasih atas antusias dari para peserta terutama dari Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
"Semoga di tahun ini peserta meningkat, perihal akan juara atau tidak itu urusan nanti. Makanya, kami mengundang juri menjadi narasumber dalam sosialisasi ini," ungkap Budi.
Ia juga memohon dukungan semoga pada tahun ini bisa mencapai target lima besar di tingkat nasional. Hal ini menjadi pekerjaan bersama. Budi juga menegaskan apabila ada hal-hal yang perlu disampaikan silakan disampaikan jangan berbicara di belakang.