Pangkalpinang, Asah asih dan asuh adalah nilai moral luhur yang seyogyanya dapat tumbuh dan berkembangkan di tiap-tiap sendi masyarakat indonesia, berangkat dari nilai luhur tersebut Dinsospmd Provinsi Bangka Belitung melalui bidang Rehabilitai sosial dan penanganan warga migran korban tindak kekerasan menyelenggarakan diklat dasar konselor bagi petugas Kesejahteraan sosial yang terdiri dari JFT Pekerja sosial, JFT Penyuluh sosial, SDM pada LKS Napza, Tenaga Kerja Kesejahteraan Sosial (TKSK) dan Pekerja sosial masyarakat (PSM). Tenaga konselor inilah yang pertama kali bersentuhan dengan masyarakat yang terindikasi dengan Napza.

Budi Utama Selaku Kepala Dinas Sosialpmd dalam penyampaian materi diklat ini mengajak para peserta agar dapat memperhatikan dengan seksama faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemenuhan misi dari konseling itu sendiri yaitu dapat merubah klien dari satu posisi ke posisi positif lainnya itu yang menjadi salah satu indikator keberhasilan sebagai konselor. Dikesempatan yang sama Kepala Badan Narkotika Nasional Prov. Babel Brigjen Pol. M.Z Muttaqien, SH., S.IK., M.AP memberikan gambaran singkat mengenai  bahaya laten Napza.

Kegiatan yang berlangsung selama 5 (Lima) hari yang dilaksanakan di Terrace Hotel Pangkalpinang ini menghadirkan praktisi maupun akademisi yang secara kontinyu mendedikasikan kajian profesinya sebagai konselor, sebut saja Ns. Sri Indrawati. S.Kep yang mengejawantahkan tentang adiksi dari zat aditif, Isye Sri Rahayu narasumber Kementrian Sosial RI yang fokus pada pengenalan Rehabilitasi sosial, Agus Widarsa “ Praktisi” Yayasan Paradita Madani Cempaka.

Hadir juga untuk diketengahkan Narasumber dari Polda Babel Kompol Muhammad Saleh S.Ik yang menilik “peran penyidik TP narkoba dalam proses rehabilitasi, dilanjutkan kemudian oleh Medyharto Pekerja Sosial Madya yang menyajikan menu psikologis “Gangguan kejiwaan akibat narkoba”, terakhir Narasumber dari RSUP Depati Hamzah Pangkalpinang Dr. Fellin, Sp.Kj yang mengambil tajuk “gangguan kejiwaan akibat Napza” sebagai narasumber terakhir pada diklat komprehensif ini.

Dihari terakhir penyelenggaraan diklat bagi para konselor kesejahteraan sosial ini adalah dengan mengunjungi LKS D`WIN sebagai wadah untuk mengaplikasikan ilmu atau materi yang didapat dalam diklat konselor ini. Diakhir Diklat Konselor ini Dyah Yuni Utari Kepala Bidang Rehabilitai sosial dan penanganan warga migran korban tindak kekerasan Dinsospmd Provinsi Babel menghimbau kepada para konselor untuk tidak berhenti disatu titik saja dalam upaya meningkatkan pengentahuan dalam menghadapi klien yang sangat mungkin berbeda dengan contoh-contoh kasus yang dibahas dalam bimbingan ini.

Rehab sosial disinyalir paling berperan utk mengembalikan klien agar tdk mengkonsumsi narkoba kembali karena membutuhkan waktu yang tidak sebentar yg plg lama adalah rehabsos, maka peran petugaslah yg harus maksimal guna menyakinkan pihak keluarga utk dapat menerima klien ketengah2 keluarga tanpa ada diskriminatif

Semoga apa yang menjadi bhakti kita dalam melayani masyarakat dapat meringankan beban sosial bagi masyarakat bangka belitung..Dinsospmd Belajar di yang pintar Berguru di yang pandai.