BANGKA TENGAH – Senyum sumringah menyambut kehadiran jajaran Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Dusun Air Medang, Desa Romadhon, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (16/4/2026). Uluran tangan dan genggaman hangat terpancar dari wajah Fajri Romadi, seorang penyandang disabilitas yang kini menjadi simbol kemandirian di desanya.

​"Alhamdulillah, Ibu sudah sampai ke rumah kami," sambut Fajri yang didampingi anak dan istrinya saat menerima kunjungan tim pendampingan.

​Kehadiran tim yang dipimpin oleh Pekerja Sosial Madya, Sri Kusmala—mewakili Kepala Dinas Sosial PMD Babel, Dora Wardhani—bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi sejauh mana kehadiran pemerintah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan pendampingan khusus.

​Titik Balik dari Keputusasaan

​Perjalanan Fajri untuk sampai di titik ini tidaklah mudah. Kilas balik ke tahun 2010, Fajri yang saat itu masih duduk di bangku kelas 1 SMK Terak harus menelan kenyataan pahit. Sebuah kecelakaan tragis merenggut salah satu kakinya. Peristiwa tersebut sempat menghancurkan semangat hidupnya; ia memutuskan berhenti sekolah karena diselimuti rasa rendah diri yang mendalam.

​Sri Kusmala mengenang saat pertama kali melakukan pendataan dan asesmen di kediaman Fajri belasan tahun silam. Butuh penguatan motivasi yang berulang kali untuk menumbuhkan kembali rasa percaya diri Fajri agar mau keluar dari zona keterpurukan.

​Sinergi Pemberdayaan dan Kemandirian

​Berkat pendampingan yang konsisten, Fajri akhirnya bangkit. Ia mengikuti Program Pelatihan Keterampilan di Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong, Bogor, sebuah program kerja sama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Kementerian Sosial RI.

​Tak berhenti di sana, untuk mempertajam keahliannya, pada tahun 2012 Fajri mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan teknis sepeda motor di CV Asia Surya Perkasa, Pangkalpinang. Sebagai modal kemandirian, Pemerintah Provinsi melalui Dinsos PMD memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di bidang perbengkelan.

​Dukungan terus mengalir. Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, Fajri menerima bantuan kendaraan roda tiga sebagai sarana mobilitas usaha Air Medang-Pangkalpinang. Teranyar, pada Desember 2025, melalui program kemitraan dengan CSR PT Angkasa Pura Indonesia, Fajri mendapatkan alat bantu berupa kaki palsu yang semakin memantapkan langkahnya.

​Disabilitas Bukan Kendala Berkarya

​"Disabilitas bukanlah kendala untuk berkarya," ungkap Fajri optimis. Kini, usahanya kian berkembang pesat. Tidak hanya terpaku pada perbengkelan, Fajri memperluas lini bisnisnya ke bidang furnitur dengan menerima pesanan berbagai jenis meja, rak, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.
​Keberhasilan Fajri membangun keluarga yang harmonis, memiliki hunian mandiri, dan usaha yang stabil menjadi bukti nyata keberhasilan visi "BABEL BERDAYA 2029".
​Capaian ini selaras dengan misi utama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. (HC). Hidayat Arsani, SE yang menitikberatkan pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, berdaya, dan berbudaya, sekaligus sebagai upaya konkret dalam menurunkan angka kemiskinan serta mengurangi ketimpangan di Negeri Serumpun Sebalai.