Pangkalpinang - Melalui Bidang Rehabilitasi Sosial & PWNMKTK Dinsos PMD Babel melaksanaan Bimbingan Fisik,Mental, Spiritual dan Sosial Kegiatan Rehabilitasi Sosial Dasar Anak Terlantar Dalam Panti, bertempat di LKSA Aisyiyah Pangkalpinang, Jumat (22/09/2023). Acara dibuka  langsung oleh Fitra Mayarini, S.ST, subkoordinator rehabilitasi sosial anak Dinsos PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selaku Tim Bina, dalam sambutannya ia mengatakan bahwa Pengasuhan Anak adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, kelekatan, keselamatan, dan kesejahteraan yang menetap dan berkelanjutan demi kepentingan terbaik bagi Anak.

“ Sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak, tentunya Anak Asuh adalah Anak yang diasuh oleh seseorang atau lembaga untuk diberikan bimbingan, pemeliharaan, perawatan, pendidikan, dan kesehatan, karena Orang Tuanya atau salah satu Orang Tuanya tidak mampu menjamin tumbuh kembang Anak secara wajar.dan kami implementasikan melalui Bimbingan Fisik,Mental, Spiritual dan Sosial Kegiatan Rehabilitasi Sosial Dasar Anak Terlantar Dalam Panti.” jelas Fitra.

Bagaimana tidak, setelah acara bimbingan Fisik,Mental, Spiritual dan Sosial digelar, para anak – anak panti asuhan Aisyiyah Pangkalpinang memperkenalkan diri sekaligus berupaya meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum, justru berlangsung semarak dan Ice breaking serta yel yel untuk membangkitkan semangat dan menjalin keakraban anak-anak, karena kegiatannya sangat edukatif memberikan pemahaman pentingnya sikap berani dalam kehidupan.

Di antaranya Penyampaian pengenalan siapa sesungguhnya kita agar dapat Mengembangkan kemampuan kognitif dan afektif anak Mengembangkan soft skil binaan LKSA.

Narasumber Ketua PERTUNI Bangka Belitung seorang penyandang Disabilitas Tuna Netra, Eka Pratiwi Taufanti, S.S, MDPP menyebutkan  melalui bicara bahasanya bahwa rangkaian kegiatan Bimbingan Fisik,Mental, Spiritual dan Sosial Kegiatan Rehabilitasi Sosial Dasar Anak Terlantar Dalam Panti adalah sebagai upaya mengembangkan kemampuan pribadi dan afektif soft skill anak binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) sebagimana dirinya hingga sekarang dapat bertahan dan dapat mengasah kemampuannya sama  serta menceritakan penyebab ketunanetraannya, pengalaman hidup yang sudah dilalui sampai keberhasilannya menyelesaikan S2 di Australia.

 “ Bagaimana pentingnya Pengenalan diri, mulai dari karakteristik teman dalam panti, teman di lingkungan sekitar, memberikan motivasi kepada anak-anak untuk semangat, tidak minder, mandiri dan pantang menyerah., memberi pandangan pada anak LKSA bahwa setiap orang memiliki kelebihan sesuai bidangnya masing-masing dan setiap orang berharga, serta mengajak anak-anak berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dan akhlak dalam menuju kesuksesan selain kecerdasan.,” ungkap Taufanti.

Kegiatan Bimtek dimeriahkan dengan Pemberian hadiah untuk peserta yang berani mengemukakan pendapat dan berani memandu tepuk semangat dan yel yel.